Minggu, 08 Mei 2011

BAB IV RENCANA KERJA

1.1.             Jawal Waktu Kegiatan
1.1.1.       Rundown
Tabel IV.1
Rundown Kegiatan Lapangan Kelompok 4

4.1.2.     Timeline
                Rencana kerja studio merupakan acuan dalam mata kuliah studio proses perencanaan. Tahap demi tahap yang ada dalam rencana kegiatan terdiri dari persiapan studi, penyusunan desain survei, proposal teknis, survei lapangan dan penyusunan laporan akhir. Rangkaian rencana kegiatan dimulai dari tahapan pra survei, survei lapangan dan pasca lapangan.

4.2.         Alokasi atau Mobilitas Personal dalam Kelompok
4.2.1      Susunan Keanggotaan
                Susunan keanggotaan ini terbagi menjadi 2, yaitu tugas setiap anggota kelompok dalam melakukan tugas-tugas yang berlangsung selama Studio Proses Perencanaan berlangsung semenjak dari pra lapangan dan pasca lapangan, serta tugas setiap anggota ketika di lapangan. Berikut tabel susunan keanggotaan dari kelompok 4 kelas B, yaitu:
Tabel IV.3
Susunan Keanggotaan Kelompok 4 Kelas B Studio Proses Perencanaan 2011

No.
Nama
NIM
Jabatan
1
Rakyan Paksi
L2D009022
Ketua
2
Mustovia Azahro
L2D009014
Sekretaris
3
Fransisca Situmorang
L2D009074
Sekretaris
4
Ratika Tulus
L2D009020
Bendahara
5
Melisa Grace
L2D009122
Bendahara
6
Syamsu Rizal Hendarto
L2D009064
Konseptor
7
Bagas Satria
L2D009046
Koordinator Survey Lapangan
8
Arion januar
L2D009116
Koordinator Survey Instansi
9
Vega Kirana
L2D009032
Koordinator Wawancara
10
Inka Angela
L2D009128
Penanggung Jawab Blog
11
Aphrodita Puspateja
L2D009048
Penanggung Jawab Blog
Koordinator Kesehatan
12
Mita Natalia
L2D009062
Koordinator Konsumsi
13
Ivandi P. Hasibuan
L2D009030
Koordinator Transportasi
                Sumber: Analisis Kelompok 4 Studio Proses Perencanaan, 2011

Tabel IV.4
Tugas Lapangan Kelompok 4 Kelas B Studio Proses Perencanaan 2011

No
TIM
Nama
NIM
Jabatan
1
1
Bagas Satria
L2D009046
Koordinator
2
Arion januar
L2D009116
Pemetaan
3
Ratika Tulus
L2D009020
Dokumentasi
4
Inka Angela
L2D009128
Dokumentasi
5
2
Rakyan Paksi
L2D009022
Koordinator
6
Ivandi Pratama
L2D009030
Pemetaan
7
Mustovia Azahro
L2D009014
Dokumentasi
8
Fransisca S
L2D009074
Dokumentasi
9
3
Syamsu rizal
L2D009064
Koordinator
10
Aphrodita Puspateja
L2D009048
Pemetaan
11
Vega Kirana
L2D009032
Dokumentasi
12
Melisa Grace
L2D009122
Dokumentasi
13
Mita Natalia
L2D009062
Dokumentasi
                                Sumber: Analisis Kelompok 4 Studio Proses Perencanaan, 2011

4.3.         Organisasi Kerja
4.3.1.     Pembagian Wilayah Survey Primer
·           Wilayah Studi Amatan I       : Daerah Pemasaran Meubel
          Jl. Jepara- Kudus radius 100 meter dari pertigaan jalan citrosomo dan jalan Jepara- Kudus
·           Wilayah Studi Amatan II     : Pengrajin Ukiran Relief
         Sepanjang jalan penghubungn RT.01, 02, dan 05, Desa  Senenan
·           Wilayah Studi Amatan III    : Finishing dan Penyimpanan meubel
                                                 
4.3.2.     Pembagian Tugas
 Koordinator Penyusunan Proposal Teknik
·           Bab I Pendahuluan               
1.       Bagas Satria Anggriawan
2.       Syamsu Rizal Hendarto
·           Bab II Profil Desa Senenan, Kecamatan Tahunan
1.    Inka Angela
2.    Vega Kirana
3.    Aphrodita Puspateja
4.    Rakyan Paksi
5.    Melisa Grace
·           Bab III Rancangan Kegiatan
1.    Mustovia Azahro
2.    Arion Januar
3.    Fransisca Situmorang
4.    Ratika Tulus


·           Bab IV Rencana Kerja
1.       Mita Natalia
2.       Ivandi Pratama

4.3.3. Perlengkapan Survey
4.3.3.1. Transportasi
·         Mobil          : Mita    à Paksi, Mita, Aphrodita
·         Motor         :
-          Paksi            à Samsu, Icha
-          Ratika`        à Vega,Ratika
-          Ovi               à Arion, Ovi
-          Bagas          à Bagas, Inka
-          Citong         à Ivandi, Sisca

4.3.3.2. Peralatan Survey
1.       Kamera                      =  Ratika, Inka, Syamsu
2.       Handycam                 =  Aphrodita
3.       P3K                              =  Aphrodita
4.       Form.Wawancara 
5.       Papan Jalan              =  Paksi, Mita, samsu

4.3.3.3. Perlengkapan individu
-          Baju untuk 5 hari
-          Jaket HM
-          Pakaian rapi (baju kerah)
-          Sepatu, sendal
-          Alat sholat
-          Alat mandi
-          Senter
-          Obat pribadi
-          Obat nyamuk, autan dan sejenisnya
-          Nametag
-          Peralatan makan
-          Camilan

4.3.3.4. Perlengkapan kelompok
-          Rol kabel                                    = Inka, Ovi
-          Kertas A4 HVS                         = Inka
-          Printer                                        = Bagas
-          Laptop                                        = Aphrodita, Melisa,Inka, Mustovia, Arion
-          Tikar                                            = Paksi
-          Galon Kosong                          = Aphrodita
-          Pompa galon                            = Mita
-          Hitter                                          = Mita
-          Mie instan 1 kardus               = Ivandi
-          Kopi                                             = Inka
-          Alat kantor                                = Ratika, Ovi
1.4.             Etika Kelompok
                Kode etik ini digunakan untuk mengikat dan mengatur setiap anggota kelompok dalam melaksanakan seluruh kegiatan studio proses perencanaan sehingga kegiatan tersebut berlangsung dengan baik dan lancar. Kode etik Kelompok 4, yaitu:
1.    Maksimal keterlambatan 15 menit setelah waktu pertemuan kelompok yang telah ditentukan (kecuali ada alasan yang jelas dan logis);
2.    Dilarang absen dalam kerja kelompok tanpa izin yang jelas;
3.    Dilarang meninggalkan/menelantarkan kelompok ketika kerja kelompok tanpa izin;
4.    Dilarang mengerjakan tugas mata kuliah lain atau mengerjakan suatu hal yang tidak berhubungan dengan studio proses perencanaan;
5.    Membayar uang kas kelompok sebesar Rp 5.000,- per orang tiap minggu;
6.    Jika tidak hadir tanpa memberikan alasan yang jelas maka diberikan sanksi yaitu pembayaran sebesar Rp. 5.000,-  ke bendahara kelompok;
7.    Semua anggota wajib membayar kas kelompok tepat waktu;
8.    Semua anggota wajib melaksanakan job desk yang telah dibagi;
9.    Semua anggota wajib mematuhi kode etik kelompok 4;
10. Anggota yang melanggar kode etik akan mendapatkan konsekuensi  sesuai kesepakatan kelompok.
1.5.             Standar Kerja
                Standar kerja diperlukan agar dalam pelaksanaan kegiatan lapangan lebih terstruktur dan fokus sehingga dapat menciptakan suasana kerja yang kondusif dan afektif. Berikut merupakan standar kerja kelompok 4:
  1. Setiap mengadakan pertemuan rutin membahas dan mengerjakan tugas minimal 2 jam dan maksimal 8 jam;
  2. Pada pelaksanaan survei lapangan tiap kelompok kerja harus membawa peralatan dan kelengkapan survei seperti helm, kamera, form wawancara, alat tulis dan lain-lain;
  3. Pembatasan jam kerja dalam kegiatan lapangan adalah 8 jam untuk survei lapangan dan 2 jam untuk evaluasi hasil survei;
  4. Setiap anggota kelompok wajib kembali ke basecamp pada jam 5 sore;
  5. Setiap anggota kelompok wajib lapor pada ketua apabila akan meninggalkan basecamp dengan keterangan atau alasan yang jelas;
  6. Waktu istirahat baik survei maupun pertemuan rutin maksimal 1 jam;
  7. Dalam kegiatan evaluasi setiap anggota kelompok harus melaporkan hasil kegiatan survei dan mengisi checklist.

Sabtu, 07 Mei 2011

BAB 3 RANCANGAN KEGIATAN

BAB III
RANCANGAN KEGIATAN


3.1.         Tahapan Persiapan Survey
                Sebelum melakukan survei di wilayah studi diperlukan persiapan sebagai tahap prasurvei. Tahap ini merupakan awal dari rancangan kegiatan yang akan dilakukan. Tahap persiapan survei berfungsi untuk memberikan gambaran apa saja yang akan dilakukan waktu survei lapangan. Berikut ini tahapan persiapan survei yang akan dilakukan untuk di  wilayah studi, yaitu:
a.       Penentuan wilayah studi;
b.      Penentuan karakteristik wilayah studi;
c.       Penentuan tujuan dan sasaran;
d.      Penentuan kajian teori sebagai dasar penyusunan laporan;
e.      Penyusunan kebutuhan data;
f.        Penyusunan perizinan;
g.       Penyusunan timeline, jadwal kegiatan serta penentuan peralatan survei;
h.      Penentuan wilayah amatan survey berdasarkan potensi wilayah studi;
i.         Pembagian kerja kepada setiap anggota sehingga pekerjaannya lebih terarah;
j.        Penentuan struktur organisasi.

3.2.         Identifikasi Kebutuhan Data

Identifikasi kebutuhan data dapat dilihat http://kitakelompok4.blogspot.com/p/kebutuhan-data.html

3.3.         Metode dan Teknik yang Digunakan
3.3.1      Pengumpulan Data
Pada saat pengumpulan data untuk mengetahui data yang dibutuhkan maka diperlukan metode dan teknik yang tepat yang digunakan untuk memperolehnya. Melalui data yang diperoleh dari pengumpulan tersebut akan digunakan dalam penyusunan kerangka logis yang dapat berbentuk data kuantitatif dan data kualitatif. Data-data tersebut nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran singkat tentang kondisi yang eksisting wilayah studi sehingga dapat mengungkapkan potensi dan permasalahan yang terjadi di dalamnya. Melalui cara ini maka akan diketahui harapan yang diharapkan yang seharusnya  terjadi di wilayah studi.
Berdasarkan data dan analisis yang telah ditemukan, maka ditentukan potensi dan permasalahan dari setiap sektor yang termasuk dalam ruang lingkup perencanaan. Pemilihan permasalahan tersebut didasarkan pada kriteria permasalahan mana yang bersifat darurat, berdampak luas dan dalam waktu yang cukup panjang.
Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan dalam melengkapi tabel kebutuhan data di Desa Senenan, Kecamatan Tahunan adalah :
3.2.2.1. Pengumpulan Data Primer
Yaitu mengumpulkan data dari hasil obsevasi langsung di lapangan dengan mempelajari dan mengamati keadaan fisik wilayah tersebut  dan melakukan wawancara kepada instansi terkait di Kabupaten Jepara khususnya Kecamatan Tahunan, juga wawancara terhadap penduduk yang dapat memberikan informasi mengenai potensi dan permasalahan di wilayah studi.
-          Metode Observasi/Survey
Cara ini dilakukan untuk mengetahui kondisi eksisting secara fisik yang ada di wilayah studi juga untuk mengenali dan mengidentifikasi potensi dan permasalah di Desa Senenan. Melalui metode ini, maka data yang diperoleh dalam bentuk dokumentasi atau pun foto.
-          Metode Wawancara
Metode ini digunakan untuk mengetahui siklus perdagangan yang di Desa Senenan yang menjadi pusat etalase di Kecamatan Tahunan, aspek historis dari pusat ukiran Kabupaten Jepara yang ada di Desa Senenan juga untuk mengetahui asal dari tenaga kerja yang bekerja di Desa Senenan.  Metode ini dipilih karena dengan metode ini diharapkan dapat memberi informasi yang lebih mendetail terhadap kebutuhan data yang ingin diperoleh. Responden yang ingin diwawancarai adalah orang atau instansi yang memiliki kaitan langsung dengan jenis data yang dibutuhkan.
3.2.2.2. Pengumpulan Data Sekunder
Yaitu mengumpulkan data-data yang sudah diketahui sumbernya serta memiliki keterkaitan dengan masalah yang dibahas dalam laporan ini. Data-data ini diperoleh dari berbagai literatur, internet, serta dari instansi-instansi terkait seperti Bappeda, Kantor Kecamatan Tahunan , Disperindag dan Kantor Desa Senenan yang tercakup dalam wilayah studi. Kajian literature ini digunakan untuk memperoleh data dengan cara mencari di kajian literatur adalah langkah awal yang harus dilakukan untuk mengenali wilayah studi.
3.3.2.        Pengolahan Data
Data yang telah diperoleh kemudian diolah agar dapat digunakan sesuai dengan jenis data yang dibutuhkan. Data yang dibutuhkan untuk mengetahui potensi dan permasalahan kemudian diolah dengan menggunakan analisis data yang sesuai untuk menghasilkan data yang dibutuhkan. Data yang dibutuhkan disesuaikan dengan tabel kebutuhan data.
3.3.3.     Tahapan Analisis Data
Data-data yang diperoleh dari hasil survei setelah melalui tahap kompilasi data, selanjutnya siap diolah berdasarkan analisis tertentu sesuai dengan fungsi masing-masing data. Dalam tahapan analisis ini, metode analisis yang digunakan, yaitu:
3.3.3.1.  Analisis Kuantitatif
                Analisis kuantitatif ini digunakan apabila data-data yang dianalisis berupa sekumpulan data yang dapat dihitung dan outputnya pun berupa data angka. Analisis kuantitatif ini seperti analisis proyeksi penduduk, analisis kepadatan penduduk, analisis sex ratio, analisis angka ketergantungan penduduk serta analisis-analisis lainnya, biasanya menggunakan rumus-rumus tertentu untuk menghasilkan data yang diinginkan.
3.3.3.2.  Analisis Kualitatif
                Analisis kualitatif ini digunakan pada data yang tidak dapat diterjemahkan dalam bentuk angka sehingga mana output  yang dihasilkan berupa interpretasi dalam bentuk pernyataan. Jenis analisis kualitatif yang digunakan dalam kegiatan ini adalah:
a)   Analisis Deskriptif Kualitatif
Analisis ini digunakan untuk mendeskripsikan dan memberikan penjelasan dan gambaran wilayah studi secara lengkap dan mendetail. Misalnya untuk menjelaskan keadaan demografi, keadaan sosial maupun ekonomi yang ada di Desa Senenan.
b)  Analisis Deskriptif Komparatif
Analisis deskriptif komparatif digunakan untuk membandingkan antara kondisi eksisting Desa Senenan dengan kebijakan pembangunan yang ada di wilayah tersebut. Kebijakan pembangunan tersebut tertuang dalam RTRW dan RDTRK Kota Jepara.
Analisis ini digunakan untuk melihat keterkaitan antara data yang bisa mempresentasikan isu-isu yang ada di Desa Senenan. Pelaksanaan analisis ini akan menghasilkan peramalan data berupa proyeksi, prediksi dan bisa juga berupa spekulasi pada masa yang akan datang sesuai data-data time series yang diperoleh. Selain itu dari data yang telah diperoleh juga dapat terlihat potensi apa saja yang dimiliki oleh Desa Senenan, baik potensi sumber daya alam, sumber daya manusia maupun potensi dalam bidang-bidang tertentu seperti perdagangan dan industri.
Instrumen analisis yang digunakan untuk mendukung proses analisis antara lain :
a)         Analisis SWOT
Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunities and Threats) merupakan analisis yang digunakan untuk mengetahui potensi dan kelemahan yang dimiliki Desa Senenan. Apabila telah mengetahui potensi dan kelemahan, selanjutnya dapat dirumuskan beberapa strategi yang sesuai untuk mengatasi kelemahan tersebut dengan mengandalkan potensi yang ada di Desa Senenan.
b)        Analisis Prioritas (skoring dan pembobotan)
Strategi-strategi yang terbentuk dari hasil analisis SWOT kemudian diberi bobot dan skor sebagai dasar penilaian tingkat efektivitas dan kepentingan strategi tersebut. Hal ini bertujuan untuk mengetahui dan memilih strategi paling tepat yang menjadi prioritas penerapan dalam perencanaan Desa Senenan.
3.3.4.     Tahapan Penyajian Hasil Analisis
Hasil dari analisis yang telah dilakukan kemudian akan disajikan dalam bentuk tabel, grafik, peta dan laporan yang disusun untuk memberikan kemudahan dalam penyampaian mengenai kondisi eksisting Desa Senenan, beserta permasalahan dan potensi yang dimiliki. Foto-foto atau pun video yang berhasil didapatkan akan disajikan sebagai pendukung laporan tertulis yang nantinya akan menjadi dasar dari proses perencanaan untuk memajukan produksi perdagangan industri meubel dan kesenian relief di Desa Senenan tanpa merusak kondisi lingkungan di desa itu sendiri. Penyajian hasil analisis data-data masukan ini merupakan hasil penyusunan yang dapat menggambarkan kondisi saat ini dan peramalan kondisi yang akan datang wilayah studi. Dengan demikian, untuk menghindari kesalahan dalam penafsiran, hasil analisis disajikan dalam format yang menarik dan sederhana namun tetap terstruktur sehingga mudah untuk dimengerti atau dipahami orang awam.
3.4.             Preparat atau Alat Bantu Untuk Kegiatan Lapangan
3.4.1.     Alat Bantu
                Dalam melakukan survey lapangan diperlukan adanya alat bantu guna mendukung kegiatan survey tersebut. Terdapat beberapa alat bantu yang dibutuhkan antara lain :
1.       Kamera
2.       Handycam
3.       Tripot
4.       Papan Jalan
5.       Pulpen
6.       Alat Perekam Suara
7.       Kertas
8.       Lembar Wawancara
9.       Motor
10.   Printer
11.   Laptop
12.   Rol Kabel
3.4.2.     Panduan Wawancara
                                Metode survei yang digunakan dalam teknik survei ini adalah wawancara. Wawancara yang dilakukan bertujuan untuk memperoleh kelengkapan informasi langsung dari narasumber berkaitan dengan permasalahan perencanaan yang ada wilayah studi. Wawancara yang disusun dispesifikasikan menjadi wawancara aspek historis, wawancara aspek produksi, wawancara aspek finishing, dan wawancara aspek pemasaran relief dan pemasaran di daerah etalasenya.

Beberapa narasumber yang akan diwawancarai antara lain terdiri dari :
a)      Tokoh masyarakat yang ada di Desa Senenan
Wawancara dalam aspek historis seni relief. Narasumber yang diwawancarai sebanyak 2-3 orang.
b)      Tenaga kerja industri ukir dan relief
Wawancara dalam bidang produksi, finishing, dan pemasaran dengan jumlah narasumber yang akan diwawancarai sebanyak 8 orang.
c)       Tenaga kerja industri meubel di daerah etalase
Wawancara dalam bidang finishing dan pemasaran dengan jumlah narasumber yang akan diwawancarai sebanyak 7 orang untuk masing-masing bidang wawancara.
d)      Tenaga kerja industri meubel di lokasi industri
Wawancara dalam hal proses produksi hingga pemasaran produk seni ukir dengan jumlah narasumber yang akan diwawancarai sebanyak 7 orang.
e)      Pengusaha industri meubel di lokasi industri
Wawancara dalam hal perkembangan bengkel ukir meubel dengan jumlah narasumber yang akan diwawancarai sebanyak 3 orang.
f)       Pengusaha industri relief
Wawancara dalam hal produksi, dan pemasaran produk seni relief dengan jumlah narasumber yang akan diwawancarai sebanyak 3 orang.
g)      Pengusaha meubel di daerah etalase
Wawancara dalam hal pemasaran seni ukir dengan jumlah narasumber yang akan diwawancarai sebanyak 5 orang.
                Untuk teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam  penelitian ini adalah sampel bertujuan atau  purposive sample  dan pendekatan partisipatif dalam  metode pengumpulan data melalui wawancara. Sampel bertujuan dilakukan dengan cara mengambil subjek bukan didasarkan atas strata, random, atau daerah tetapi didasarkan atas adanya tujuan tertentu (Suharsimi Arikunto, 1991  : 127).
                Justifikasi dalam menentukan jumlah sample wawancara di atas berdasarkan bahwa tidak ada ketentuan ataupun ketetapan yang mutlak berapa persen sampel harus diambil dari populasi dalam wawancara (Hadi, 1986 : 73). Untuk itu diperlukan sebuah prosedur tertentu yang bisa dijadikan kepastian rata-rata untuk mengambil besar sampel yang dibutuhkan yang dapat mewakili dari informasi yang diperlukan seperti telah menemukan asumsi yang sama dari beberapa narasumber yang diwawancarai sehingga tidak perlu menentukan narasumber dalam jumlah yang banyak seperti kuisioner. Oleh karena penentuan jumlah sampel wawancara tidak ada parameter yang pasti, maka teknik sampling yang digunakan adalah  nonprobability, yaitu purposive sampling (pengambilan sampel cara bertujuan, untuk metode wawancara penelitian).
                Tanggapan atau hasil wawancara nantinya akan dipadukan dengan data sekunder, sehingga diperoleh analisis holistik tentang pengaruh ukir meubel dan relief terhadap terbentuknya aktivitas perkotaan di Desa Senenan.

Instrumen yang digunakan untuk kegiatan wawancara ini adalah form daftar pertanyaan sebagai pedoman saat melakukan wawancara yang akan diajukan kepada responden. Pertanyaan-pertanyaan disesuaikan dengan kebutuhan data setiap wilayah amatan. Hasil dari wawancara ini kemudian akan dikumpulkan dalam tiap-tiap bahasan yang sesuai untuk kemudian diolah dan dianalisis. 


BAB 1 PENDAHULUAN

BAB I
PENDAHULUAN


1.1.             Latar Belakang
Setiap wilayah dapat dikembangkan berdasarkan potensi yang sudah ada karena kondisi fisiknya maupun potensi yang dapat dikembangkan karena keadaan nonfisiknya seperti kondisi budaya masyarakat setempat. Potensi yang ada apabila tidak dikembangkan dengan optimal dan kemungkinan terdapat kendala dalam proses pengembangannya, maka akan terjadi masalah. Maka, pada mata kuliah Studio Proses Perencanaan ini diharapkan dapat digali lebih dalam mengenai potensi seni ukir dan seni relief, serta potensi sebagai daerah etalase sehingga upaya rekomendasi terhadap pengoptimalan potensi tersebut dapat dilakukan.
Desa Senenan letaknya strategis karena dilewati jalur utama Jepara - Kudus sehingga memunculkan potensi sebagai daerah etalase dalam pemasaran ukir meubel dan relief. Selain itu, terdapat potensi khusus yang membedakan Desa Senenan dengan desa-desa lain di Kabupaten Jepara yaitu sebagai sentra seni relief. Desa Senenan yang terletak di Kecamatan Tahunan merupakan salah satu daerah yang sudah termasuk kategori perkotaan dengan mempunyai fasilitas yang cukup lengkap serta mata pencahariannya non pertanian di Kabupaten Jepara. Desa Senenan mempunyai seni relief yang hanya terdapat di Kabupaten Jepara dan selain itu di Desa Senenan juga salah satu tempat etalase pemasaran mebel terbesar di Kabupaten Jepara karena letaknya yang dilalui jalan utama yaitu Jalan Jepara - Kudus.
Banyaknya aktivitas di Desa Senenan berpengaruh pada ketersediaan sarana dan prasarana serta komposisi landuse yang beragam terdiri dari permukiman, perkantoran, kegiatan komersil, dan kegiatan pendidikan. Selain itu, di dekat Desa Senenan, tepatnya di Desa Bapangan terdapat Rumah Sakit Umum R.A Kartini yang merupakan rumah sakit terbesar di Kabupaten Jepara. Walaupun letaknya tidak tepat di Desa Senenan tetapi jangkauan RSUK terhadap Desa Senenan sangat besar karena jaraknya yang sangat dekat. Kegiatan mata kuliah Proses Perencanaan ini sebagai kerangka acuan dasar dalam propes perencanaan karena kegiatan ini dianggap sebagai langkah awal penyusunan rencana kota.

1.2.         Tujuan dan Sasaran
1.2.1.     Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai adalah rekomendasi agar pemasaran ukir meubel dan seni relief menjadi berkembang dan berkesinambungan tanpa menggangu aktivitas lain. Sedangkan untuk tujuan penyusunan proposal teknik sendiri adalah sebagai panduan kegiatan untuk mengidentifikasi potensi dan masalah yang mempengaruhi aktivitas perkotaan di Desa Senenan.
1.2.2.     Sasaran
                Adapun output antara (sasaran) untuk mencapai tujuan diadakannya kegiatan lapangan adalah sebagai berikut :
1. Mengidentifikasi karakteristik Desa Senenan meliputi kondisi fisik, kondisi non fisik dan infrastruktur.
2. Mengidentifikasi potensi dan masalah yang terkait dengan seni ukir meubel dan seni relief di Desa Senenan
3. Menganalisis keterkaitan antara kegiatan industri dan perdagangan ukir meubel dan seni relief terhadap aktivitas perkotaan di Desa Senenan.
1.3.         Ruang Lingkup
Ruang lingkup perencanaan pada umumnya sangat luas mencakup berbagai aspek kehidupan. Dalam perencanaan wilayah dan kota terdapat dua macam ruang lingkup yaitu lingkup wilayah dan ruang lingkup materi. Ruang lingkup wilayah adalah lingkup analisis keruangan yang dijadikan objek studi dengan batas-batas administrasinya. Sedangkan ruang lingkup materi adalah analisis elemen-elemen dasar objek studi.
1.3.1.        Ruang Lingkup Materi
             Ruang lingkup materi dari laporan ini adalah proses perencanaan dari berbagai aspek. Berdasarkan sasaran yang ingin dicapai dalam studi ini, maka materi yang dibahas meliputi aspek fisik antara lain kondisi topografi, morfologi, curah hujan, hidrologi, dan geologi. Dari aspek fisik dapat diketahui kondisi alam atau kondisi geografis Desa Senenan itu sendiri. Aspek ekonomi perlu dibahas untuk mengetahui besaran distribusi mata pencaharian penduduk dan kegiatan ekonomi yang ada di Desa Senenan. Sedangkan dari aspek demografi yang meliputi komposisi dan kondisi demografi, dapat menggambarkan perubahan jumlah dan kondisi penduduk yang dipengaruhi oleh aktivitas perkotaan di Desa Senenan. Selain itu, dari segi transportasi dapat dianalisis kondisi mobilitas atau pergerakan di Desa Senenan serta sarana dan prasarana yang menunjang aksesibilitas di Desa Senenan.
             Aspek kelembagaan dan pemerintah meliputi struktur administrasi desa, kecamatan, kabupaten dan lembaga-lembaga yang menaungi industri ukir meubel dan seni relief. Hal ini perlu diketahui untuk menilai seberapa besar dukungan pemerintah terhadap aktivitas penduduk di Desa Senenan. Aspek budaya dibahas untuk mengetahui pengaruh sejarah yang muncul di Desa Senenan terhadap perkembangan kerajinan ukir maupun relief di Desa Senenan.
             Aspek-aspek yang dibahas merupakan aspek yang dominan mempengaruhi aktivitas perkotaan di Desa Senenan. Sedangkan aspek politik dan aspek kesehatan aspek pendukung aktivitas perkotaan yang pengaruhnya kurang dominan. tidak dibahas karena aspek-aspek tersebut tidak masuk ke dalam substansi yang dibahas dalam kegiatan. Dengan kata lain, aspek-aspek tersebut berada di luar konteks pembahasan potensi dan masalah yang terkait dengan industri dan perdagangan ukir meubel dan relief. Meskipun kedua aspek tersebut merupakan aspek pendukung aktivitas perkotaan.
1.3.2.        Ruang Lingkup Wilayah
Ruang lingkup wilayah studi dibagi menjadi wilayah makro yaitu Kecamatan Tahunan, dan Desa Senenan sebagai wilayah mikro yang menjadi inti objek studi ini.
Wilayah studi makro yaitu Kecamatan Tahunan memiliki kedudukan sebagai salah satu kecamatan di Kabupaten Jepara yang memiliki komoditas pemasaran kerajinan ukiran dan relief.
Pemilihan Desa Senenan sebagai wilayah studi mikro didasarkan oleh letak Desa Senenan yang strategis dan dilalui jalur Jepara-Kudus. Selain itu Desa Senenan juga memiliki kondisi eksisting lahan terbangun yang meningkat, didominasi oleh permukiman dan kegiatan komersial sehingga memungkinkan adanya potensi dan masalah yang dijadikan bahan perencanaan. Selain itu, Desa Senenan juga dapat menunjukkan aktivitas perkotaannya. Hal ini dapat dilihat dari semakin meningkatnya jumlah penduduk Desa Senenan, struktur perekonomian yang mulai mengalami pergerseran dari aktivitas pertanian beralih ke perniagaan, dan aksesibilitas di Desa Senenan yang mudah sehingga perkembangan desa tersebut menjadi pesat.

Minggu, 01 Mei 2011

Minggu, 25 April 2011


Jepara. Jepara.. akhirnya kami mulai berangkaaaaaattt!.

Ceritanya , Kami mulai berangkat capcus dari semarang  pada hari minggu tepatnya jam setengah 11 malem. Dengan terkantuk-kantuk kami menuju kota jepara, melewati demak. Pemimpin perjalanan kami adalah si Bagas. Selama perjalanan, banyak banget  kejadian lucu,ada yang dibonceng ngantuk lah, sampe helmnya kejedot mulu, ada yang ngaku bilang gak ngantuk padahal ngantuk poll.

Selama perjalanan..... tiba-tiba motor Bagas dan Sisca masuk lobang sebanyak 2 kali. Tapi Bagas ga maw ngaku klo dia itu ngantuk.
Sisca: kamu ngantuk gak bagas? Ko bisa mpe maw jatuh gitu??
Bagas: gak kok, aku masi melek, tapi lobangnya gak keliatan nih... huhu
Sisca : (*dalam hati bilang alibi banget dah)..

Selanjutnya di perjalanan ..,
Bagas lagi  *nyetir dari 50 km/jam ampe 70km/jam (sedikit ngayal mungkin)..
Sisca:  eh kita udah dimana nih gas?
Bagas: Jangan ajak ngobrol sis, aku lagi konsen. ..Eh liat yang lain deh, udah pada dimana?
Sisca: gimana mau liat, gelaappp..
Bagas: Eh aku baru nyadar, kita punya teman... ->Apa-apaan nih??
Sisca : pantes aja dari tadi makin cepetttt..ckckck

Begitulah beberapa cerita lucu di perjalanan, yang lainnya aib semua, gak perlu diceritakan..
 Alhamdulillah, kami selamat sampai tujuan jam 1.00 dini pagi.

 Kami menginap di salah satu teman sekelas kami, namanya Syaiful (pangeran dari negeri  ukir). Untunglah dia masih bangun untuk menyambut kami... walaupun kami masih menunggu hampir sepuluh menit sihh. : (